Tuesday, 30 June 2015

Bintang Kejora [ part 1 ]



COMEBACK

[part 1]

............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
“Kakaaaaak Dea pengen es krim.” rengek seorang gadis kecil bermata coklat keabu-abuan sambil menarik-narik ujung baju anak laki-laki. “Arrrgh... kamu ngerepotin kakak tau ga, gara-gara kamu kakak ga jadi latihan basket.” Anak laki-laki tersebut mengerang frustasi. “kakaaa...” lirih gadis kecil itu lagi sambil menatap sendu anak laki-laki yang dipanggilnya kakak. “kalau kamu mau es krim, beli aja sendiri sana!” sahut anak laki-laki tersebut dengan dingin. Gadis kecil itu hanya bisa mengerucutkan bibir mungilnya setelah mendengar jawaban dari kakaknya sambil melangkah menjauh untuk membeli es krim.

.
.
.
.
.
AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
BURK
Mendengar suara tersebut sontak membuat anak laki-laki itu menoleh ke arah sumber suara. Hal itu berhasil membuat kedua bola mata coklat keabu-abuannya membola. Berdiri mematung, jantungnya seakan tidak lagi berfungsi sehingga dalam sekejap membuat darah di sekujur tubuhnya membeku, kedua kakinya seakan tak dapat lagi menyokong tubuh mungilnnya, tubuhnya melemas, tidak ada lagi aliran listrik yang membangkitkan saraf-sarafnya. Perlahan kakinya melangkah mendekati tubuh yang terbaring kaku di jalan dipenuhi caitran bewarna merah. Dadanya terasa sesak, mata coklat keabu-abuan kini telah berubah menjadi bewarna merah, menahan agar cairan yang telah menggumpal di pelupuk matanya itu tidak terjun bebas.

***

Lagi-lagi otaknya berputar kembali berputar mengingat kejadian tragis 19 tahun yang lalu. Tangannya kini sedang mengusap sambil menatap teduh batu nisan bertuliskan Erdhina Adealisna Feroyadeglan. Dan lagi, hal ini membuat rasa sesak itu kembali menghujam rongga dadanya.

***
Tap tap tap
Suara langkah kaki yang menggema hingga ke sudut ruangan membawa aura dingin yang mencekam. Langkah kaki yang dimiliki seorang laki-laki bertubuh tegap berkharisma, kemeja putih, jas hitam, dasi garis-garis hitam putih, celana hitam lengkap dengan pantofel yang membungkus kakinya serta rambut yang disisir rapi ke belakang memunculkan kesan elegan pada laki-laki tersebut.
“selamat pagi pak Rex” sapaan yang selalu dilontarkan kepada laki-laki tersebut. Ya, laki-laki bermata coklat keabu-abuan yang memancarkan kesan elegan tersebut adalah Erdhiza Adeorexstance Feroyadeglan, laki-laki berumur 28 tahun sarjana S2 lulusan Universitas ternama di New York yang kini sedang menyandang status CEO di Feroyadeglan’s Corperation. Sebuah perusahaan ternama di penjuru dunia. Rex, laki-laki 28 tahun itu berhasil menuangkan ide-ide berliannya yang membuat perusahaan semakin tumbuh pesat dan banyak menarik perusahaan-perusahaan ternama lainnya untuk ikut join menjalin sebuah kerja sama.

***

KRIIIIIIING
“Errrggh....  berisik banget sih” seorang gadis merasa tidurnya terusik karena bunyi dari benda setengah bola itu telah berani menjejali telinganya. Dengan malas ia menyibak selimutnya dan berjalan gontai menuju ruangan kecil yang berada di sudut kamarnnya. Oh tidak, keadaannya saaat ini sangat menyipitkan setiap mata yang memandang, rambutnya bak singa yang siap menerkam mangsanya, mulut beraroma jengkol busuk. iugghhh
*
Kini gadis itu telah siap dengan kemeja panjang bewarna biru muda, rok span hitam selutut, dan stiletto hitam dengan hak 5 cm yang menambah kejenjangan sepasang kakinya, tidak lupa rambut yang dicepol rapi plus polesan make-up tipis yang memberi kesan natural.
               I remember days and rights were never cold
               Had you in my life, i had you there to hold
               And i remember love warm a summer day
               But i lost you
               And i lost you
               Now i’m in the rain
               Begging you please, please
               Baby, won’t you show me the way back to your heart
               (Brian Mckninght : show me the way back to your heart)
Alunan lagu terdengar dari benda persegi panjang bewarna biru laut yang tergeletak di atas tempat tidur. Tanpa ragu gadis itu langsung menekan tombol hijau
“woy Anci, gue udah di depan rumah lo ni, buruan keluar telat ni” suara di seberang sana.
“santai neng, masih pagi gue udah siap ko tenang aja” kata gadis tersebut yang dipanggil Anci.
“hah, pagi pala lo, 10 menit lagi jam 7”
“WHAT?, SUMPAH GITU? DEMI APA?”
Tut tut tut
Ia meraih hand bag dan name tag yang berada di atas tempat tidur

***

“UCIIIIIIII, name tag lo tu garuk-garuk muka gue” teriak Anci kesal karena motor yang dikendarai Uci dengan kecepatan tinggi berhasil membuat name tag bertuliskan ‘Prennakei Lucia Beauvalot’ mengibas-ngibas wajah cantik milik Anci. “HAH BIARIN, daripada ntar kita telat” Uci tak kalah teriak karena fokus mengendarai motor yang meliuk-liuk di jalan raya itu. Mungkin hari ini keberuntungan tidak berpihak pada mereka, tiap hari mereka begini tapi tidak dengan terburu-buru seperti sekarang ini. Mereka selalu berangkat kerja bersama karena mereka searah dan juga tempat kerja mereka yang yang lumayan dekat. Mereka selalu bersama-sama sejak mendududki bangku sekolah dasar. Tidak sedikit orang yang mereka adalah saudara kembar karena nama mereka yang kebetulan hampir sama dan juga tinggi badan yang sama.

***

Tok .....tok.... toktoktoktoktok
Anci setengah berlari menuju ruang kerjanya di lantai 5
SLEP
Tubuh rampingnya berhasil menyelip memasuki lift yang hampir tertutup.
Kini Anci sibuk mengatur nafas dan juga detak jantungnya. Rambut yang tadinya di cepol rapi, kini telah ngacir-ngacir menutupi pipinya. Setelah afas dan detak jantungnya kembali normal, tiba-tiba keanehan menjejali fikirannya, lift yang sesak dipenuhhi karyawan setiap harinya kini terlihat lengang dan hanya ada satu orang di sana, orang itu menatap tajam ke arah Anci. Tatapan tajam dari sepasang mata bewarna coklat keabu-abuan seakan mengintimidasi Anci dan membuat ia melangkah menundur hingga punggungnya menyentuh dinding llift. ‘Anci lo itu BODOH BODOH BODOH’ Anci sibuk meruntuki dirinya dalam hati, karena kecerobahannya ia  memasuki lift yang dikhususkan untuk orang-orang yang memegang jabatan penting di perusahaan ini bukan seperti dia yang notabennya hanya karyawan biasa.
“sayatidak suka ada karyawan saya yang tidak disiplin dan................. BERANTAKAN” dengan penekanan di kata terakhir, mata itu masih menatap tajam ke arah Anci.
TING
Pintu lift itu terbuka, laki-laki tersebut melangkah keluar
“huhff” Anci menghela nafas singkat
“oh ya, nona..........Anna Lucia .V” laki-laki itu membalikan tubuhnya dengan kedua tangan menjejali kantong celananya sambil melihat name tag yang bergantung di leher Anci, hal itu sontak  mengagetkan Anci.
“kancing baju anda terbuka” laki-laki itu membalikan tubuhnya kembali dan melangkahkan kakinya menjauhi Anci yang kini mukanya sudah terlihat merah padam karena menahan malu. Ingin rasanya ia mengubur kepalanya kedalam bumi untuk menghilangkan rasa malunya itu.
‘AH ANCI, LO ITU BEGO YA TERNYATA, BISA-BISANYA LO CEROBOH GITU’ lagi-lagi Anci meruntuki dirinya karena tidak sadar satu kancing kemejanya terbuka.

Bersambung

Gimana part 1 nya, gaje tingkat dewa ya
Arggh udah gue duga
See you again in the next part reader yang cute-cute dan juga handsome handsome

Miss Uci will comeback for you

Silakan anda berkomentar secara bijak dan sesuai dengan topik bahasan...terimakasih
salam hangat...
EmoticonEmoticon